cat ~/.abdilah-log

0 notes &

Ikhlas, Pamrih dan Kecewa

Menjadi sebuah hal yang wajar (dan layak) ketika kita mengharapkan suatu kembalian dari apa yang telah kita lakukan, atau paling tidak kita mendapat perlakuan yang (hampir) sama dengan hal yang kita lakukan ke orang lain.

Contoh dalam kehidupan sehari-hari, misal kita membantu seseorang dalam kesulitannya kita pun berharap suatu saat jika kita menghadapi kesulitan yang sama kita dibantu oleh orang tersebut. Hal yang paling simpel misalnya kita berprasangka baik ke orang, kitapun ingin orang lain berprasangka baik ke kita.

Read more …

Filed under thought

0 notes &

Entah Dimana

Tiba-tiba aku merasa
Telah begitu lama mengenalmu
Bukan hanya akrab
Tetapi dekat
Pada suatu masa
Jauh sebelum aku mati
Bahkan lama setelah aku lahir
Dan pada jarak antara kelahiran dan kematianku
Aku merasa pernah bersatu denganmu
Entah dimana

- biji.salax

Poetry that represent my feeling right now

Filed under quote poetry

0 notes &

Things I like about coffee

Things I like about coffee

coffee is hot

coffee makes me exited

coffee is good enought to have every day

coffee smells good

coffee makes you nervous some times

coffee gives you warm and fuzzies

even when coffee is too strong or too weak, it’s still good

Things I like about you

pretty much the same as coffee

Source: Blackboard Bang Naping untuk yang jauh disana, May, 29 2014.

ps: segala typo dan salah grammar asli dari yang bikin, tidak boleh dirubah, toh yang penting ngerti maksudnya :))

Filed under bcstreet naping poetry

0 notes &

Beautiful Code

Sering entah karena kita sedang diburu deadline atau karena dasarnya kita tidak peduli, dan merasa yang penting pekerjaan selesai cepat, tidak mau tahu apa sudah bagus atau belum hasil pekerjaan kita.

Sering juga kita tidak berpikir jauh ke depan, apakah kode script yang kita tulis itu jika dibaca oleh orang lain, dia akan dengan mudah mengerti tanpa perlu bertanya terlebih dahulu, atau malahan kita tidak memikirkan jika suatu saat kita buka kembali kode yang kita tulis dulu malah membuat kita bingung “ini kode maksudnya apa ya?

Read more …

Filed under code thought

1 note &

Beginilah Harusnya Seorang Founder Startup Menghandle Customernya

Salah satu enaknya bekerja di startup itu kita punya kesempatan lebih untuk bertemu dengan orang-orang yang bisa dibilang sebagai rockstar di bidang startup. Rockstar disini aku maksudkan sebagai orang-orang yang bisa dibilang sebagai “key player” di bisnis startup, berbeda jika misal kita bekerja di perusahaan yang sudah mapan, biasanya kita hanya bertemu dengan rekan satu kerja (untuk yang ini sebetulnya tergantung dari posisinya juga).

image

Read more …

Filed under veritrans thought startup blog

0 notes &

Andi [1]

image

Sore itu di daerah Pantai Losari lenggang-lenggang saja, hanya nampak muda-mudi yang sedang bengcengkrama dengan pasangannya menunggu matahari tenggelam. Hanya Adit yang nampak sibuk memotret keadaan sekitar, mungkin karena bukan musim liburan pengunjung Pantai Losari kali ini mayoritas hanyalah masyarakat lokal sekitar, karena sudah terbiasa dengan Pantai Losari, jadi tak ada perlunya mereka mengambil-ngambil foto.

Read more …

Filed under cerpen

0 notes &

Solo Traveling Jawa Tengah: Semarang yang Lesu [3]

Keliling pasar Johar jam tujuh pagi gara-gara handuk ketinggalan. Kecerebohan lama yang sering terulang.

Sejak malam hari sebelum berangkat semua barang sudah di packing, tujuannya untuk jaga-jaga kalau besok pulang kerja telat, jadi nggak perlu packing lagi langsung cangklong tas.

Karena paginya handuk dibuat mandi, jadinya dijemur dulu biar kering. Tapi waktu sorenya pulang kerja lihat tas yang sudah siap, langsung aja dibawa. Sampai penginapan, bongkar-bongkar tas baru inget handuk belum kebawa, huh.

Pagi itu pasar sepi, belum banyak yang buka. Pikirku pasti ada libur, tapi libur apa? Yang libur kan cuma Jakarta, libur pilkada. Lelah keliling-keliling pasar yang sepi dan tak kuat menahan perut yang keroncongan, mampirlah aku di warung soto.

Sesendok dua sendok, terjadilah basa-basi dengan penjual soto. “Hari ini libur ya mas? Kok toko-toko pada tutup?”, tak lama mas penjual soto menjawab, “bukanya siang mas, jam 10-11an, enggak kayak dulu lagi” jawabnya dengan senyum.

Hah? Jam 10? Serius? Bahkan pedagang sayuran pun nggak ada, jauh banget kalo dibandingin sama Jakarta atau Malang. Jam 5 pagi pasar sudah penuh dengan penjual sayur dll. Di kedua kota tersebut jam 10 sudah hampir bersih dari pedagang sayuran, digantikan pedagang lain. Apalagi Jakarta, di daerah pasar minggu, nggak pernah mati pasarnya, 24 jam selalu ada aja yang jualan.

Di tengah makan, datang ibu setengah baya. Setelah memesan soto, ia tanya ke penjual, “bakso sebelah nggak jualan mas?”. “Enggak bu, (setengah berbisik) sepi..)”,  jawab masnya. “Oh tanggal tuwo mungkin ya?” balas ibunya. Hmmm, benar juga sih, tanggal 20 bisa dikategorikan ‘tanggal tua’.

Setelah percakapan itu aku jadi sedikit mengerti kenapa orang sering bilang ekonomi di Semarang lesu. Bahkan banyak yang bilang Semarang itu ‘cuma’ jadi kota transit (hanya lewat).

Filed under Journal Traveling

0 notes &

Tentang Buah Pikiran yang Tertinggal

Minggu, 21 Oktober 2012, hari ini aku meng-update status di beberapa socmed yang mana aku mendaftar disitu. “Tentang pikiran yg tertinggal, pergolakan dlm hati ketika ragu utk berbuat, rasanya semua org pasti pernah merasakannya…”.

Mungkin seperti itulah kata-kata yang tepat untuk menggambarkan perasaan hati yang sedang aku rasakan. Ragu-ragu, lalu karena terlalu lama memutuskan akhirnya lepaslah kesempatan itu.

Sedikit rancu dan membingungkan memang kalau dijelaskan melalui tulisan, lebih enak kalau diberi gambaran kejadian riil-nya.

Read more …

Filed under blog thought mind